Nopia: Kuliner Tradisional Khas Banyumas
Nopia - Kue tradisional khas Banyumas
Penjelasan
Nopia adalah kue tradisional khas Banyumas yang terbuat dari adonan tepung terigu dengan isian gula merah (gula jawa). Bentuknya bulat atau lonjong seperti telur kecil dengan diameter sekitar 3-4 cm. Kue ini memiliki tekstur kulit yang khas, sedikit keras di bagian luar namun tetap lembut di bagian dalam, dengan isian yang manis dan lembut. Nopia sering dibandingkan dengan Bakpia dari Yogyakarta, namun memiliki ciri khas tersendiri dalam tekstur, rasa, dan metode pembuatannya.
Cita rasa Nopia sangat khas, dengan perpaduan manis dari isian gula merah yang meluncur di lidah saat digigit. Tekstur kulitnya yang unik merupakan hasil dari metode pemanggangan tradisional menggunakan tungku tanah liat. Seiring perkembangan zaman, Nopia kini hadir dalam berbagai varian rasa, meskipun yang paling autentik tetaplah varian dengan isian gula merah khas Banyumas.
Di Banyumas, Nopia telah menjadi identitas kuliner yang kuat dan sering dijadikan oleh-oleh bagi para wisatawan. Sentra produksi Nopia terdapat di Kampoeng Nopia Mino di Desa Pekunden, Kecamatan Banyumas. Kue ini memiliki daya tahan yang cukup lama, sehingga cocok dibawa sebagai buah tangan. Harganya bervariasi, mulai dari Rp 10.000 hingga Rp 25.000 per kemasan, tergantung pada ukuran dan merek produsen.
Sejarah
Sejarah Nopia berkaitan erat dengan masuknya kuliner Tionghoa ke Indonesia. Nopia pertama kali dipopulerkan oleh keluarga keturunan Tionghoa yang tinggal di Banyumas sekitar tahun 1880. Pada awalnya, kue ini menggunakan isian yang berbeda, namun seiring berjalannya waktu, terjadi adaptasi dengan menggunakan bahan lokal seperti gula merah atau gula kelapa yang melimpah di wilayah Banyumas.
Menariknya, produksi Nopia tidak hanya dimonopoli oleh satu kelompok etnis saja. Berkat cita rasanya yang diterima oleh berbagai kalangan masyarakat, Nopia berkembang menjadi makanan yang menyatukan berbagai lapisan sosial. Tahun 1880 menjadi rujukan awal ketika Nopia dikenal luas oleh publik dari semua kalangan, dan sejak saat itu Nopia terus berkembang menjadi salah satu ikon kuliner Banyumas.
Seiring perkembangannya, Desa Pekunden di Kecamatan Banyumas menjadi sentra produksi Nopia yang terkenal. Di sana berkembang Kampoeng Nopia Mino, sebuah kawasan yang menjadi pusat pembuatan dan penjualan Nopia secara tradisional. Kampoeng ini tidak hanya menjadi tempat produksi, tetapi juga destinasi wisata kuliner yang menarik bagi wisatawan yang ingin melihat langsung proses pembuatan Nopia secara tradisional. Keberadaan Kampoeng Nopia Mino membantu melestarikan tradisi pembuatan Nopia yang telah berlangsung selama lebih dari satu abad.
Bahan dan Cara Pembuatan
Bahan Kulit
- 500 gram tepung terigu
- 100 gram margarin atau mentega
- 50 gram gula pasir
- 1/2 sendok teh garam
- 1/2 sendok teh vanili
- Air secukupnya
Bahan Isian
- 250 gram gula merah/gula jawa, sisir halus
- 50 gram tepung terigu yang telah disangrai
- 50 gram margarin
- 1/4 sendok teh garam
- Air secukupnya (jika diperlukan)
Cara Membuat
- Persiapan isian: Campurkan gula merah yang telah disisir dengan margarin, aduk rata. Tambahkan tepung terigu sangrai sedikit demi sedikit sambil terus diaduk hingga tercampur rata dan membentuk adonan yang bisa dibentuk. Jika terlalu kering, tambahkan sedikit air. Sisihkan.
- Persiapan kulit: Campurkan tepung terigu, gula pasir, garam, dan vanili dalam wadah. Tambahkan margarin, aduk hingga berbentuk seperti pasir. Tuangkan air sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga terbentuk adonan yang kalis dan tidak lengket.
- Diamkan adonan kulit selama sekitar 15-30 menit dan tutup dengan kain bersih agar tidak kering.
- Setelah didiamkan, bagi adonan kulit menjadi beberapa bagian kecil dengan berat sekitar 20-25 gram. Bentuk menjadi bulatan, kemudian pipihkan.
- Ambil sedikit adonan isian (sekitar 10 gram), bentuk bulat, dan letakkan di tengah adonan kulit yang sudah dipipihkan. Tutup dan bentuk kembali menjadi bulat atau lonjong seperti telur kecil.
- Secara tradisional, Nopia dipanggang dengan cara ditempelkan di dinding dalam tungku tanah liat yang sudah dipanaskan dengan bara api. Namun, di rumah bisa dipanggang dalam oven dengan suhu 160-170°C selama sekitar 15-20 menit atau hingga permukaannya berwarna kecokelatan.
- Dinginkan Nopia yang sudah matang sebelum dikemas atau disajikan.
Tip: Kunci kesuksesan membuat Nopia terletak pada konsistensi adonan kulit dan isian. Adonan kulit harus kalis namun tidak terlalu keras, sementara isian tidak boleh terlalu basah atau terlalu kering. Metode pemanggangan tradisional dengan tungku tanah liat memberikan cita rasa yang lebih autentik, namun oven modern tetap bisa menghasilkan Nopia yang lezat asalkan suhu dan waktu pemanggangan diperhatikan dengan baik.
Variasi
Seiring perkembangan zaman, Nopia hadir dalam berbagai variasi untuk memenuhi selera konsumen yang beragam:
Nopia Gula Jawa
Varian original dan paling tradisional dengan isian gula merah khas Banyumas, memberikan rasa manis yang alami dan aroma khas.
Nopia Cokelat
Inovasi modern dengan isian cokelat yang lebih disukai anak muda, menghasilkan perpaduan tekstur kulit khas Nopia dengan kelezatan cokelat.
Nopia Durian
Varian dengan isian pasta durian yang memberikan aroma khas dan rasa eksotis, menjadi favorit bagi pecinta buah durian.
Nopia Nanas
Menggunakan isian selai nanas yang memberikan sensasi segar dan sedikit asam, menciptakan keseimbangan rasa dengan kulit yang cenderung netral.
Mino (Mini Nopia)
Versi lebih kecil dari Nopia tradisional, berukuran sekitar separuh dari Nopia biasa, populer sebagai camilan ringan dan lebih praktis.
Selain variasi rasa, terdapat juga perbedaan dalam cara pengolahan dan pengemasan Nopia. Beberapa produsen mempertahankan metode tradisional dengan tungku tanah liat, sementara yang lain mengadopsi teknologi oven modern untuk produksi massal. Meski demikian, varian Nopia Gula Jawa tetap menjadi yang paling digemari dan dianggap sebagai varian paling autentik yang mencerminkan cita rasa tradisional Banyumas.
Tips Menikmati
Waktu Terbaik
Nopia paling nikmat dinikmati dengan secangkir teh hangat atau kopi. Rasa manis dan tekstur khasnya menciptakan kombinasi yang sempurna dengan minuman hangat, terutama saat santai di sore hari.
Paduan Minuman
Sajikan nopia dengan teh atau kopi hitam tanpa gula untuk menyeimbangkan rasa manis dari nopia. Kombinasi ini menjadi paduan sempurna untuk camilan sore hari.
Penyimpanan
Nopia memiliki daya tahan yang cukup lama, bisa mencapai beberapa minggu jika disimpan dengan baik dalam wadah kedap udara. Namun, untuk menikmati cita rasa terbaiknya, sebaiknya dikonsumsi dalam 1-2 minggu setelah pembuatan.
Memilih Oleh-oleh
Beberapa merek Nopia terkenal di Banyumas antara lain Nopia Narwan, Nopia Dua Jago, dan Nopia Bintang Jaya. Pilih yang baru dibuat dan dikemas dengan baik untuk mendapatkan kualitas terbaik.
Kunjungan ke Banyumas
Saat berkunjung ke Banyumas, kunjungi langsung Kampoeng Nopia Mino di Desa Pekunden, Kecamatan Banyumas. Di sana Anda bisa menikmati Nopia yang masih hangat dan melihat langsung proses pembuatannya yang tradisional.