Mireng: Kuliner Tradisional Khas Banyumas
Mireng - Jajanan tradisional khas Banyumas
Penjelasan
Mireng adalah makanan tradisional khas Banyumas yang terbuat dari beras ketan yang dicampur dengan parutan kelapa dan diberi isian berupa campuran gula merah dan kelapa, kemudian dibungkus dengan daun pisang dan dikukus hingga matang. Makanan ini memiliki bentuk seperti lontong dengan ukuran yang lebih kecil dan pipih, dengan panjang sekitar 7-10 cm.
Cita rasa mireng sangat khas, dengan perpaduan antara ketan yang gurih dan isian yang manis legit dari gula merah. Teksturnya kenyal dan lengket khas ketan, sementara isiannya lembut dan manis. Aroma daun pisang yang digunakan sebagai pembungkus juga menambah kekhasan mireng, memberikan aroma alami yang menggugah selera.
Di Banyumas, mireng termasuk jajanan tradisional yang mulai langka ditemui. Biasanya mireng dijual di pasar-pasar tradisional atau oleh pedagang keliling di pagi hari. Harganya sangat terjangkau, berkisar antara Rp 2.000 hingga Rp 3.000 per buah. Mireng biasanya dinikmati sebagai sarapan atau camilan di sore hari, seringkali ditemani dengan secangkir teh atau kopi.
Sejarah
Sejarah mireng di Banyumas memiliki cerita yang menarik dan berkaitan erat dengan kehidupan agraris masyarakat setempat. Konon, mireng sudah ada sejak puluhan tahun lalu dan menjadi salah satu makanan yang biasa dibawa oleh para petani saat bekerja di sawah. Bentuknya yang praktis dan tahan lama menjadikan mireng pilihan yang tepat sebagai bekal.
Nama "mireng" dalam bahasa Banyumasan berarti "miring" atau "tidak tegak lurus". Hal ini merujuk pada bentuk makanan ini yang pipih dan tidak bulat sempurna seperti lontong pada umumnya.
Pada masa lalu, mireng sering dijadikan sebagai salah satu komponen dalam berbagai upacara adat atau selamatan di Banyumas, seperti dalam tradisi tingkeban (tujuh bulanan kehamilan) atau selamatan panen. Makanan ini melambangkan harapan akan kehidupan yang manis dan berlimpah, seperti isian gula merah yang manis di dalamnya.
Bahan dan Cara Pembuatan
Bahan Utama
- 500 gram beras ketan, rendam selama 2-3 jam
- 200 gram kelapa parut
- 1 sendok teh garam
- Daun pisang untuk membungkus
- Lidi atau tali untuk mengikat
Bahan Isian
- 250 gram gula merah, sisir halus
- 100 gram kelapa parut
- 1/4 sendok teh garam
- 2-3 lembar daun pandan
- 50 ml air
Cara Membuat
- Cuci bersih beras ketan yang sudah direndam, tiriskan. Campurkan dengan kelapa parut dan garam, aduk rata.
- Masak gula merah, kelapa parut, garam, daun pandan, dan air dengan api kecil hingga gula larut dan mengental. Dinginkan.
- Bersihkan daun pisang, lap hingga kering, lalu panggang sebentar di atas api agar lemas dan mudah dilipat.
- Ambil selembar daun pisang, letakkan sekitar 2-3 sendok makan campuran beras ketan, pipihkan, beri isian di tengahnya, lalu tutup dengan campuran beras ketan lagi. Bungkus membentuk persegi panjang pipih, kemudian ikat dengan lidi atau tali.
- Kukus mireng dalam dandang atau panci pengukus selama kurang lebih 45-60 menit hingga matang.
- Angkat mireng yang sudah matang, dinginkan sebentar sebelum disajikan.
Tip: Kunci utama dalam membuat mireng yang lezat adalah kualitas bahan baku, terutama beras ketan dan gula merah. Beras ketan yang baik akan menghasilkan tekstur yang kenyal dan tidak mudah hancur, sementara gula merah berkualitas akan memberikan rasa manis yang alami dan aroma yang khas.
Variasi
Meskipun mireng tradisional memiliki isian gula merah dan kelapa, seiring perkembangan zaman, terdapat beberapa variasi mireng yang bisa ditemui:
Mireng Original
Dengan isian gula merah dan kelapa, versi paling autentik.
Mireng Asin
Tanpa isian manis, lebih gurih dengan tambahan bumbu-bumbu seperti bawang merah, bawang putih, dan daun bawang.
Mireng Daging
Diisi dengan campuran daging cincang yang dibumbui, variasi yang lebih modern.
Mireng Durian
Isian gula merah dicampur dengan daging buah durian untuk aroma dan rasa yang lebih kaya.
Mireng Mini
Versi lebih kecil yang biasanya disajikan untuk acara-acara khusus atau selamatan.
Meskipun terdapat berbagai variasi, mireng dengan isian gula merah dan kelapa tetap menjadi yang paling dikenal dan dianggap sebagai mireng autentik khas Banyumas.
Tips Menikmati
Waktu Terbaik
Mireng paling nikmat dinikmati dalam keadaan hangat, bisa dipanaskan sebentar dengan cara dikukus jika sudah dingin.
Paduan Minuman
Mireng cocok disantap bersama teh atau kopi, terutama di pagi hari atau sore hari.
Penyimpanan
Untuk menyimpan mireng, biarkan dalam keadaan terbungkus daun pisang dan simpan di tempat sejuk. Mireng bisa bertahan 1-2 hari pada suhu ruangan.
Penyimpanan Lama
Jika ingin menyimpan lebih lama, mireng bisa dimasukkan ke dalam lemari pendingin dan dipanaskan kembali saat akan dikonsumsi.
Menghangatkan Kembali
Saat menghangatkan kembali, sebaiknya gunakan cara dikukus daripada dipanaskan dengan microwave untuk menjaga tekstur dan kelembaban mireng.